Pernah ngeliat acara-acara di TV tentang pengenalan kekayaan alam di dasar laut kan? Gak mungkin kalau berita acara tersebut cara pengambilannya dengan mencelupkan kamera ke dalam laut. Memang di gunakan kamera dan alat elektronik lainnya yang berstandar water resistant, namun pasti ada dalang dalam pengambilan data-data tersebut.
Menjadi seseorang yang berperan dalam pembuatan acara seperti itu memang sulit, bahkan demi mendapatkannya pun mempertaruhkan nyawa.
Diving atau Menyelam, olahraga yang menggunakan kemampuan untuk bertahan di dalam air. Dan lebih dikenal dengan istilah scuba diving adalah salah satu cara untuk memasuki dunia keindahan bawah laut. Menyelam juga menawarkan kehidupan petualangan yang menakjubkan dan memacu adrenalin bagi yang mencobanya.
Orang tersebut di perbolehkan menyelam pada usia minimun 15 tahun dan tentunya dalam keadaan tubuh yang sehat. Untuk menjadi seorang penyelam kita tidak harus memiliki kemampuan seperti seorang atlet renang, tetapi cukup dapat berenang sejauh 200 meter, berenang dengan jarak 12 meter di bawab air (Apnea/ menahan nafas) dan dapat mengambang di permukaan selama 10 menit tanpa bantuan alat (water trapen).
Saat saya menanyakan tentang bagaimana diving itu kepada ayah saya yang kebetulan sudah pernah mencoba diving di Pantai Bunaken, beliau mengatakan pada kedalaman 50 meter saja sudah sulit untuk naik dan merasakan pusing saat ingin mencapai kedalaman yang lebih.
Julukan Manusia Ikan diberikan kepada Guillaume Nery seorang penyelam yang menyelam tanpa menggunakan alat bantu pernapasan.
Di bulan Juli 2010 lalu, Guillaume Nery telah memecahkan rekor dunia menyelam tanpa alat bantu pernapasan hingga kedalaman 200 meter lebih.
Aksinya ini dilakukan di Dean Blue Hole sebuah lubang bawah laut terbesar di dunia yang terletak di barat, Bahama.












Pingback: efek nitrogen yang dialami seorang penyelam ?? « Alfandirahmat's Blog
Pingback: Kedalaman Seorang Penyelam dan Rekornya | Nisa Tazkiyah's Blog